[4 GAMBAR & VIDEO] [VIDEO] Hidang Sushi Atas Tubuh Wanita Tanpa Pakaian, Restoran Ini Cetus Kontroversi!

Sharing is caring!

Video Diakhir Artikel

Sebuah restoran akan mengadakan sebuah acara ‘Naked Sushi’ di mana makanan Jepun, sushi akan dihidangkan di atas tubuh telanjang seorang wanita.

Namun kerana acara tersebut begitu mengundang kontroversi, acara itu dibatalkan. Reaksi netizen yang berang akibat acara tersebut membuatkan pihak restoran membatalkannya.

Loading...

Ramai netizen menganggap acara tersebut merupakan langkah untuk merendahkan dan memperlekehkan kaum wanita.

Sumber dari Nextshark, acara yang dsebut “Japanese Cabaret Brunch Party” itu seharusnya diadakan di Restoran Fang Fang.

Mereka sebelum ini mengumumkan akan menampilkan persembahan dari Nyotaimori Tokyo.

Menurut South China Morning Post, acara ini merupakan acara makan tiga jam di mana makanan diletakkan di atas tubuh telanjang wanita dan pengunjung mengambil sendiri menu yang diinginkan.

Loading...

Rencananya acara tersebut menampilkan seni abad ke-8 yang disebut “nyotairmori” atau “penyajian di atas tubuh wanita.”

Seni unik ini termasuk makan sushi secara langsung dari tubuh wanita, atau bahkan tubuh seorang lelaki.

Sementara pengerusi acaranya, Vines and Terrior, menggambarkan ‘Naked Sushi’ ini tidak bersifat seksis atau pelecehan, namun hanya sebatas seni.

Namun beberapa netizen dengan keras menolak diadakan acara ini.

Seorang pengguna Facebook berpendapat, “Ini sangat seksis, Anda menjadikan wanita hanya sebagai objek.”

Sementara yang lainmenolak dengan keras dan mengungkapkan acara itu “Perlu ditutup.”

Namun, pendiri Vines dan Terrior Valentin Maurel menjelaskan bahwa acara tersebut bertujuan untuk “menghidupkan kembali tradisi lama dengan cara modern” dan acara itu hanya sebuah bentuk dari seni.

“Kita hidup di tahun 2017 dan kita harus mengerti bahwa seni itu kontroversial,” tambah Maurel.

Tidak semua orang sependapat dengan Maurel.

Seorang warganet menjelaskan, “Hanya karena itu tradisional tidak berarti itu adalah ide bagus untuk menghidupkannya kembali.”

Begiti kontroversialnya acara tersebut, membuat restoran yang menjadi tuan rumah acara itu membatalkan acara tersebut.

“Berdasarkan banyak feedback dari pelanggan kami, kami telah mempertimbangkan kembali acara ini, restoran ini ingin menjadi tuan rumah pertunjukan itu, namun kami sama sekali tak bermaksud untuk melecehkan wanita,” tulis pihak restoran dalam sebuah pernyataan.

Keputusan ini mungkin menyelamatkan restoran tersebut dari kontroversi yang semakin panas.

Apalagi sebelumnya pernah diadakan acara serupa di kota Taiyuan, China dan berakhir dengan bencana.

Video :

Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih!

 

Sharing is caring!

Loading...